Ilmu Hikmah Tidak Perlu Di Cari

Yang saat ini sedang berburu atau belajar ilmu hikmah tentunya akan bingung membaca judul diatas. Ilmu hikmah memang bisa dipelajari, tetapi ilmu hikmah juga seperti halnya ilmu yang lain perlu waktu untuk mendapatkan dan mahir di dalam menguasainya. Untuk mendapatkan ilmu hikmah memang ada dengan cara cepat atau instan dengan di bantu oleh seorang guru atau pelatih untuk membuka beberapa titik simpul di badan. Cara instan yang lain dengan cara isian atau transfer energi dari seorang guru kepada sang murid. Dengan cara dibuka atau cara isian, sang murid tetap saja di minta untuk berlatih setelahnya dengan latihan pernafasan atau pun untuk mewiridkan sebuah doa.

Banyak sekali istilah keilmuan dalam ilmu hikmah, yaitu ilmu pernafasan, ilmu tenaga dalam, ilmu terawangan, ilmu meraga sukma, ilmu metafisika, ilmu sakti, ilmu khodam, ilmu supranatural, ilmu laduni-ladunni, ilmu kebal dan ilmu kekebalan, ilmu pelet, ilmu pengasihan, ilmu penglaris, ilmu kaya dan ilmu kekayaan, ilmu gendam, ilmu hipnotis, ilmu makrifat/ma’rifat, ilmu batin dan ilmu kebatinan, ilmu kasyaf dan masih banyak lainnya.

Buat saya pribadi untuk ilmu hikmah tidak perlu untuk dicari, tetapi ilmu hikmah bisa datang sendiri. Koq bisa datang sendiri ? Setiap orang pasti pernah mengalami kejadian seperti ini, yaitu pada saat mencari sesuatu entah itu buku, kunci mobil atau motor, baju, celana atau benda lainnya tetapi tidak ditemukan. Tetapi pada saat tidak dicari atau diperlukan ternyata justru ditemukan dengan tidak sengaja.

Baca juga : Rahasia Tersembunyi Bacaan Ayat Kursi per Kata

Sama seperti halnya ilmu hikmah, dulu saya suka sekali mendatangi guru-guru ilmu hikmah untuk belajar. Tetapi selama itu saya belum pernah mendapatkan apa yang saya cari. Saya masih ingat apa yang disampaikan oleh KH. Maksum Jauhari (Gus Maksum) pada saat saya bertanya tentang Riyadhoh Ayat Kursi berkaitan dengan ilmu hikmah. Beliau berkata, “ Tidak usah dicari, kalau jodoh akan datang sendiri.” Di dalam ilmu hikmah ada yang dinamakan dengan “ jiwa mencari jiwa “. Tanpa di cari, di minta atau pun dipelajari ilmu hikmah bisa datang dengan sendirinya.

Dulu di awal-awal saya mengamalkan Riyadhoh Ayat Kursi, saya mempunyai kemampuan dua dari istilah ilmu hikmah diatas. Kemampuan itu saya miliki tanpa saya pelajari dan tanpa saya minta. Awal saya memiliki kemampuan tersebut pun saya tidak menyadari. Karena saya pikir itu adalah kejadian yang bersifat kebetulan saja. Setelah saya menyadari, kemudian saya berdoa agar kemampuan tersebut diambil kembali oleh Allah. Karena kemampuan tersebut bukan tujuan saya di dalam menjalankan Riyadhoh Ayat Kursi. Dan Alhamdulillah kemampuan tersebut sudah tidak saya miliki lagi. Sedari awal tujuan saya di dalam menjalankan Riyadhoh Ayat Kursi hanya memohon Ridho dan Maunah Allah agar hidup saya selalu penuh berkah. Jika hidup penuh berkah, maka segala sesuatunya akan menjadi mudah dan lancar. Sehingga hidup menjadi berlimpah dengan segala nikmat dan Rahmat dari Allah.

Ada kejadian di tahun 2008, pada saat saya melakukan perjalanan luar kota di sebelah tempat duduk saya ada seorang pria, tak lama kemudian saya dan pria tersebut terlibat obrolan santai. Sampai kemudian Pria tersebut bercerita bagaimana Allah mengabulkan doa-nya untuk bisa naik haji. Sementara bila ditinjau dari penghasilan dia sebagai seorang penjual mie ayam keliling sangat tidak memungkinkan. Doa pria tersebut terkabul semenjak rajin menjalankan sholat tahajud setiap malam dengan satu wirid yang selalu diamalkan. Selain itu setiap pagi juga selalu sholat dhuha. Sampai suatu ketika Allah memberikan kemampuan pada pria tersebut ilmu pengobatan. Dari hasil mengobati itulah akhirnya dia bisa menabung dan naik haji.

Dan yang membuat saya kagum adalah dia tetap berjualan mie ayam di siang hari hingga sore hari dengan tidak berkeliling lagi seperti dulu, tetapi sudah mempunyai tempat tetap untuk berjualan mie ayam. Baru setelah selesai sholat maghrib dia menerima pasien. Hasil berjualan mie ayam dipergunakan untuk memberi nafkah pada keluarga, sedangkan hasil mengobati di tabung hingga akhirnya bisa untuk biaya naik haji bersama sang istri.

Pada saat mau berpisah pria tersebut memberi saya catatan di kertas bekas pembungkus rokok sambil berpesan kalau mau amalan tersebut kirim saja email ke alamat email tersebut. Pada saat saya membaca alamat email yang tertulis, saya pun tersenyum. Karena saya tidak mungkin mengirim email ke alamat email saya sendiri. Saya pun mengucap syukur Alhamdulillah pada Allah atas terkabulnya doa pria tersebut.

Dan seperti itulah salah satu cara Rahasia Allah di dalam mengabulkan doa hamba-Nya……

Semoga bermanfaat…

Man Jadda Wa Jada ; Barang siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil !

Bagikan tulisan ini kepada teman – teman anda melalui Twitter, Facebook dan Email.

Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Baca juga : Rahasia Khasiat dan Manfaat Arti Terjemahan Bacaan Ayat Kursi

Iklan