Kunci Kehidupan

kunci hidup-kunci kehidupan-keseimbangan hidup-www.riyadhohayatkursi.comJika kita membicarakan dan membahas masalah kehidupan dan permasalahan hidup dengan segala pilihan solusinya tentunya tidak akan ada habisnya. Karena itu merupakan bagian dari warna kehidupan dengan segala macam pernak-pernik cara menyikapinya. Ada susah dan senang, ada sedih dan gembira, ada tangis dan tawa, ada sinis, skeptis, pesimis, optimis dan lain sebagainya.

Tetapi dari semua pernak pernik kehidupan diatas tentunya tidak lepas dari apa yang menjadi keinginan setiap individu manusia berupa ingin adanya perubahan  dalam hidup untuk menuju yang lebih baik lagi dari apa yang ada sekarang ini. Yang secara ekonomi belum mapan ingin lebih meningkat lagi secara keuangan dan finansial. Yang sebagai staff karyawan ingin karier kerja meningkat lagi, demikian pula yang saat ini berkarier dalam politik juga ingin meningkat lagi menjadi Anggota Dewan baik di DPR, DPRD, Bupati, Walikota, Gubernur bahkan jadi Presiden. Yang belum dapat Jodoh ingin segera dapat jodoh dengan mencari jodoh. Dan masih banyak sekali problema hidup yang harus dihadapi dan dijalani berkaitan dengan hajat hidup berupa Rezeki dan Pasangan Hidup.

Saat ini tentunya sudah ada yang menemukan Jalan Kehidupan-nya sehingga sudah tidak ada lagi masalah dengan rejeki dan jodoh. Tetapi masih ada juga yang belum menemukan Jalan Kehidupan-nya. Rezeki-nya dapat, Jodoh-nya belum dapat. Jodoh-nya sudah dapat, rejeki-nya belum dapat.  Dari permasalahan hidup yang ada tersebut, sebenarnya bisa disederhanakan yang bisa menjadi Kunci Kehidupan yang selama ini sering terabaikan atau tidak disadari oleh kita, yaitu :

1. Sebab Akibat

Di dalam menjalani hidup sebenarnya tidak bisa sepenuhnya menganut prinsip ekonomi yaitu dengan modal dan usaha kecil untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Meskipun hidup tidak lepas dari aspek ekonomi bukan berarti prinsip ekonomi tersebut berlaku dalam semua aspek kehidupan. Di dalam kehidupan yang berlaku adalah hukum Sebab Akibat atau Sunnatullah. Dimana hukum Sebab dan Akibat ini berkaitan dengan prinsip Usaha sama dengan Hasil. Seberapa Besar Usaha (ikhtiar) disitulah Hasil yang akan diperoleh. Hasil akan mengikuti setiap Usaha yang dilakukan dan dikerjakan. Karena di dalam setiap Usaha (ikhtiar) selalu ada pengorbanan. Baik pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan materi berupa uang. Jika tidak ada pengorbanan dalam setiap usaha jangan pernah berharap ada hasil.

2. Keseimbangan

Allah di dalam penciptaannya selalu berpasang-pasangan dengan tujuan agar ada Keseimbangan. Ada Pria dan Wanita, Siang dan Malam, Pagi dan Sore, Gelap dan Terang, Lahir dan Batin. Demikian pula di dalam Usaha (ikhtiar) harus seimbang. Ada Usaha Lahir (Ikhtiar Lahir) dan Usaha Batin (Ikhtiar Batin). Di dalam Islam sendiri dalam beribadah pun juga menganut azas Keseimbangan. Ibadah lahir berupa sholat, puasa dan haji. Sedangkan ibadah batin berupa dzikir. Lantas mengapa di dalam Usaha (ikhtiar) kita hanya Usaha Lahir saja ?

Usaha Batin (ikhtiar batin) tidak hanya sekedar penyeimbang Usaha Lahir (ikhtiar lahir) saja. Tetapi juga juga akan membuka dan membersihkan HIJAB yang selama ini menjadi penghalang yang mengakibatkan Usaha Lahir terasa berat dan sulit untuk dikerjakan. Dengan Usaha Batin (ikhtiar batin) Allah akan memberikan petunjuk, membimbing dan menuntun sehingga akan meringankan dan memudahkan dari setiap Usaha Lahir yang dikerjakan.

Jadi sangatlah tidak mengherankan jika disaat melakukan Usaha Lahir yang tanpa disertai dengan Usaha Batin banyak sekali yang mengalami kegagalan dan kemudian menjadi putus asa. Jika sudah demikian seolah-olah Hidup menjadi terasa berat dan kemudian mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain yang tidak mau membantu, menyalahkan keadaan dan kondisi yang tidak berpihak dan lain sebagainya. Ujung-ujungnya menjadi gelap mata dan berbuat tindak kriminal. Sungguh sangat memprihatinkan, karena saat ini jika saya melihat televisi begitu banyak sekali kejadian kriminalitas dikarenakan motif ekonomi.

Usaha Batin selain untuk penyeimbang juga bisa untuk KESELAMATAN dari tindak kriminal yang saat ini banyak sekali terjadi di setiap daerah dan terjadi setiap waktu, SELAMAT dari musibah dan bencana dan lain sebagainya.

Untuk itu sertakan selalu Ikhtiar Batin di dalam setiap Ikhtiar Lahir. Masalahnya bukan BISA atau TIDAK BISA, tetapi MAU atau TIDAK MAU untuk mengerjakannya.

Semoga bermanfaat…

Sumber :   www.riyadhohayatkursi.com

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Berbagilah dengan teman-teman anda artikel ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi manfaat, keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.