Doaku Harapanku

doaku-harapanku-riyadhohayatkursi.wordpress.com“ Sebenarnya saya sudah berusaha dan berdoa tetapi terkadang timbul perasaan tidak sabar atas permohonan doa saya kepada Allah SWT…” Itulah sepenggal kalimat di dalam salah satu email kiriman dari saudara S. Saya pribadi sangat menghargai atas kejujuran yang disampaikan oleh saudara S di dalam email tersebut. Karena saya yakin tidak hanya saudara S saja yang mengalami kondisi perasaan tersebut. Masih banyak yang mengalami kondisi yang sama seperti yang dirasakan oleh saudara S.

Perihal doa ini mengingatkan saya pada salah satu teman indekos pada waktu masih kuliah yang satu kampus tetapi berbeda jurusan. Di jaket almamater teman saya tersebut di bagian punggungnya tertulis bahasa latin Ora Et Labora yang artinya Berdoa dan Bekerja. Tulisan tersebutlah yang menjadi inspirasi dalam pedoman dan pegangan hidup saya sampai sekarang. Dan Alhamdulillah barokah.

Tentang doa Allah berfirman di dalam Al Quran surat Al Mu’min (40) ayat 60 : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu..” Allah sendiri yang menjamin bahwa doa dikabulkan oleh Allah. Lantas mengapa sudah berdoa tetapi masih belum terkabul ?

Jawabannya ada dalam firman Allah di dalam surat Al Baqarah (2) ayat 186 : “ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran “

Selain firman Allah diatas hadist berikut juga jawaban atas doa yang belum terkabul, Allah Taala berfirman: “ Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR. Abu Hurairah).

Dari isi surat Al Baqarah (2) ayat 186 dan hadist Rasulullah diatas bisa menjadi bahan koreksi dan instrpeksi diri atas belum terkabulnya doa. Selain apa yang tertulis dari isi surat Al Baqarah (2) ayat 186 dan hadist Rasulullah diatas kita juga harus koreksi dan instropeksi diri atas rezeki yang kita miliki. Karena rejeki bisa memuliakan dan menistakan bagi pemiliknya, yaitu dari cara memperolehnya dan mempergunakannya. Ingat, setiap rezeki yang kita miliki juga ada hak atas rezeki orang lain, jadi juga jangan lupa bersedekah.

Doaku harapanku… doa adalah senjata orang mukmin di dalam setiap usaha. Doa dan usaha harus seiring sejalan. Jadikan pagi dan siang sebagai sarana untuk berusaha dan ikhtiar urusan duniawi dan malam hari jadikan sarana untuk berdoa dan memperbanyak ibadah serta dzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah sebagai bekal di akhirat nanti. Sertakan selalu doa di dalam setiap aktifitas sehari-hari agar selalu diberikan keselamatan, keberkahan, kemudahan dan kelancaran di dalam setiap hal.

Sumber : Riyadhoh Ayat Kursi

Klik tulisan warna Biru untuk membaca tulisan/artikel yang lain.

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Berbagilah dengan teman-teman anda artikel ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi manfaat, keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.