Gagal Paham

gagal paham-gaya hidup-gaya hidup modern-gaya hidup konsumtif-gaya hidup hedonisme-gaya hidup hemat-pola hidup hemat dan bersahaja-riyadhohayatkursi.wordpress.comKosa kata gagal paham saat ini menjadi trending topik di dalam sebuah istilah. Gagal paham sendiri mengandung pengertian bebas di mana jika seseorang mengalami kurang mengerti atau kurang memahami sebuah topik berita, pembicaraan atau informasi yang di dapat.

Tetapi jika kita mau kaji dan tinjau lebih dalam lagi pengertian gagal paham tidak hanya sebatas di dalam penerimaan tentang informasi. Tetapi bisa lebih dikembangkan lagi terhadap tentang sisi kehidupan manusia. Salah satunya seringkali kita gagal paham di dalam hal rezeki yang sudah Allah berikan untuk kita. Dengan alasan bahwa biaya hidup yang mahal sehingga rejeki yang ada menjadi tidak cukup. Sementara Allah berfirman :

” Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya…” ( QS. At-Thalaq : 3 )

Allah sendiri yang berkata akan mencukupkan apa yang menjadi kebutuhan hidup manusia. Lantas mengapa rezeki yang ada tidak pernah cukup ?

Sebenarnya bukan biaya hidup yang mahal, tetapi gaya hidup-lah yang mahal. Sudah banyak orang yang menjadi korban karena gaya hidup. Dimana untuk memenuhi gaya hidup sampai harus berhutang, gaya hidup konsumtif dan gaya hidup hedonisme adalah yang seringkali menjadi sumber petaka aspek finansial keuangan.

Saya mempunyai teman, pernah tercetus dari teman saya tersebut jika dia lulus dari fit and proper test kenaikan jabatan secara keuangan finansial-nya akan tercukupi. Tetapi faktanya begitu dia mendapatkan jabatan tersebut sampai sekarang ini teman saya setiap bulannya tidak pernah ada uang karena gajinya habis untuk membayar melunasi kartu kredit. Itu pun setiap bulannya masih selalu menyisakan tunggakan kartu kredit, dan hal itu terjadi berulang setiap bulannya sampai sekarang. Perubahan dalam kenaikan jabatan menjadikan gaya hidup teman saya pun ikut berubah. Bisa jadi pada saat pensiun nanti teman saya tersebut uang pesangon pensiun dari perusahaan juga akan habis untuk menutupi semua tunggakan kartu kreditnya. Pilihan hidup yang tidak patut di contoh dan di tiru. Ingat hukum fisika dalam kehidupan yaitu semakin banyak gaya semakin banyak tekanan. Jadi sebaiknya jangan banyak gaya dan tingkah.

Selain gaya hidup yang sudah banyak menelan korban ada lagi satu penyakit sosial di dalam masyarakat, yaitu sifat gengsi gede-gedean. Sifat gengsi adalah sifat tidak mau kalah dengan orang lain yang berkenaan dengan gaya hidup modern seperti sekarang ini.

Dua penyakit sosial yaitu gaya hidup dan sifat gengsi gede gedean ini tidak hanya memakan korban dalam bentuk finansial keuangan semata. Tetapi lebih jauh lagi dampaknya sangat masif terhadap kesehatan psikologis, psikis dan mental terganggu, kesehatan tubuh juga terganggu dan berakhir di rumah sakit jiwa atau pada kematian. Banyak pasien rumah sakit jiwa terganggu mentalnya bukan karena tekanan biaya hidup tetapi karena tekanan gaya hidup dan gengsi gede-gedean.

Allah sendiri menyukai umat muslim yang sukses, berhasil, kaya raya, dan mampu secara finansial. Karena dengan hidup sukses, berhasil, kaya raya, mampu secara keuangan finansial akan bisa menambah nilai amal ibadah yang lain seperti naik haji, zakat, infaq dan sedekah. Tetapi untuk mencapai itu semua harus dilalui prosesnya. Jangan lewat jalan pintas atau menggunakan cara instan yang pada akhirnya akan menimbulkan masalah di belakang hari. Jangan sampai kita mewariskan masalah pada anak cucu kita.

Mari dari sekarang terlebih dahulu dimulai dari diri sendiri membudayakan gaya hidup hemat. Boleh mengikuti gaya hidup modern tetapi tidak lepas dari pola hidup hemat dan bersahaja, jangan mengikuti gaya hidup mewah bila tidak mampu. Ada cukup uang beli kalau tidak ada cukup uang jangan memaksa beli. Membelilah apa yang dibutuhkan dan bermanfaat, bukan membeli berdasarkan apa yang diinginkan.

Ingat, supaya tidak gagal paham lagi tentang kehidupan bahwa yang namanya investasi masa depan tidak hanya berwujud materi seperti properti, perhiasaan, emas, saham dan lainnya. Tetapi kedewasaan dalam bersikap serta arif dan bijaksana dalam perbuatan juga merupakan bagian dari investasi masa depan. Karena sikap dan perbuatan tersebut akan menentukan ketepatan keputusan untuk waktu di masa yang akan datang. Apa yang anda miliki, apa yang anda peroleh dan apa yang anda alami sekarang ini adalah hasil dari pikiran dan perbuatan di waktu lalu.

Semoga artikel gagal paham ini bermanfaat untuk kita semua…

Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Klik tulisan warna Biru untuk membaca tulisan/artikel yang lain.

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Berbagilah dengan teman-teman anda artikel ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi manfaat, keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.

Iklan