Kemauan dan Kemampuan

Di perusahaan tempat saya bekerja, suatu kali pernah saya memberikan kuesioner sederhana kepada semua staff di divisi saya. Dari hasil kuesioner tersebut saya bisa mengukur dan mengetahui tingkat pemahaman dan penguasaan dari setiap staff terhadap job description masing-masing. Istilah kerennya sedikit saya pelesetkan menjadi The Right Employee On The Right Job yang biasanya lebih di kenal dengan istilah The Right Man On The Right Place. Hal ini sangat penting agar sistem kerja bisa berjalan lancar dan juga untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang produktif dan kondusif. Lantas apa kaitannya dengan kemauan dan kemampuan ?

Seringkali kita membaca dan mendengar kisah Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang. Dan seringkali pula kita hanya bisa membaca dan mendengarkan saja. Tanpa tahu apa yang harus diperbuat agar bisa mencapai kesuksesan dan keberhasilan seperti orang-orang tersebut. Dan tentunya setiap orang tidak ingin hanya sekedar menjadi penonton kesuksesan dan keberhasilan orang lain. Setiap orang ingin sukses dan berhasil.

Allah telah memberikan tiga modal pada setiap hambanya. Tiga modal ini merupakan modal dasar untuk merubah nasib dan kondisi hidup seseorang. Tapi sangat disayangkan tidak semua orang tahu dan bisa menyatukan dan menselaraskan ketiga modal ini sebagai modal untuk merubah nasib.

Semua orang ingin dari waktu ke waktu nasib dan kondisi hidupnya berubah untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Tetapi tidak semua orang tahu bagaimana cara untuk melakukannya. Karena tidak semua orang memahami tentang ketiga modal tersebut.

Selain ketiga modal yang sudah dianugerahkan Allah pada setiap hambaNya ada dua hal lagi yang perlu dimiliki untuk merubah nasib, yaitu mau dan mampu. Tentang mau dan mampu ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena sudah banyak orang yang tahu tentang “Mau dan Mampu”, tetapi tidak banyak orang yang bisa memahami dan mengerti. Makna “Tahu” berbeda dengan “Paham” dan “Mengerti”. Karena banyak orang yang “Tahu” tentang sesuatu hal tetapi belum tentu “Paham” dan “Mengerti”, termasuk salah satunya mengenai “Mau dan Mampu”.

Sebenarnya setiap orang memiliki kemampuan, tetapi tidak semua orang memiliki kemauan. Karena untuk di jaman sekarang ini dimana semua fasilitas sudah ada ternyata justru membuat orang lebih suka mengeluh daripada berusaha. Oleh sebab itu pada akhirnya orang tidak pernah tahu kemampuannya karena tidak memiliki kemauan.

Seringkali kali pula yang terjadi seseorang memiliki kemauan tetapi tidak disertai dengan kemampuan yang memadai, dikarenakan tidak adanya kemauan untuk menjalani sebuah proses. Sementara sebuah kemampuan bisa dipunyai atau dimiliki apabila memiliki kemauan untuk menjalani sebuah proses melatih diri dan menempa diri (riyadhoh).

Kesuksesan dan keberhasilan untuk meraih sebuah hajat hidup atau mencapai tujuan hidup tidak datang begitu saja. Semua melalui sebuah proses yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kemauan yang kuat dan disertai kemampuan yang memadai. Dengan kemauan menjalani proses seseorang akan memiliki sebuah kemampuan yang terasah dan terbentuk dengan sendirinya.

Semua yang ada di jaman sekarang ini berawal dari sebuah proses. Tetapi untuk jaman sekarang ini semua orang maunya yang instan saja. Mie instan yang sudah tidak asing lagi untuk jaman sekarang ini pun membuatnya juga perlu proses. Untuk menemukan formula membuat mie instan pun juga perlu proses.

Allah menciptakan langit dan bumi ini pun juga melalui proses. Tidak sekedar langit dan bumi saja, semua penciptaan Allah yang ada semuanya melalui sebuah proses. Tidak ada ciptaan Allah di bumi ini tanpa adanya proses. Apalagi kita yang hanya Hamba Allah, sangat disayangkan apabila kita tidak memahami dan mengerti makna dan arti sebuah proses.

Tukul Arwana untuk bisa merubah nasib dan kondisi hidupnya menjadi sukses dan kaya seperti sekarang ini juga karena mau menjalani proses. Dengan mau menjalani proses riyadhoh akhirnya Tukul mampu merubah nasib hidup dan kondisinya seperti sekarang ini. Dimana rezeki Tukul Arwana mengalir terus tanpa putus.

Selain Tukul Arwana ada lagi dari dunia bisnis kuliner yaitu Mas Mono yang terkenal dengan Ayam Bakar Mas Mono. Dimana dulunya Mas Mono ini mengawali kesuksesan karier kulinernya dari seorang Office Boy. Dengan istiqomah dalam menjalani proses riyadhoh akhirnya Mas Mono bisa menikmati hasilnya seperti sekarang ini.

Proses untuk mempercepat meraih hajat dan mencapai tujuan dengan cara menyeimbangkan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir. Seberapa cepat ? Kembali pada kemauan dan kemampuan masing-masing individu di dalam berikhtiar, baik ikhtiar batin maupun ikhtiar lahir. Dengan menyeimbangkan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir akan mempermudah dan memperlancar untuk meraih hajat hidup dan mencapai tujuan hidup.

Kesuksesan dan Keberhasilan hanya bisa diraih oleh orang-orang yang mau dan mampu untuk untuk istiqomah melakukan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir secara berimbang. Ora Et Labora…

Semoga bermanfaat…

Sumber  :  Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Berbagilah dengan teman-teman anda tulisan ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini.