Riyadhoh 40 Hari

riyadhoh 40 hari-riyadhoh-ayat kursi-usaha-riyadhohayatkursi.comBeberapa bulan ini kita mendapat sajian berita dari beberapa media massa dan televisi tentang meninggal dunia-nya tiga tokoh nasional, mulai dari agamawan Ustadz Jefri Al Buchori yang akrab disapa dengan panggilan Ustadz Uje atau Uje, tokoh partai Bapak Taufik Kiemas dan dari dunia artis yaitu Ully Artha yang nama aslinya Taruli Artha Sortiana. Dan beberapa waktu yang lalu hingga saat ini meninggalnya ketiga tokoh nasional tersebut masih menjadi head line dan topik yang hangat di media infotainment baik cetak, elektronik dan internet.

Kabar meninggal dunia-nya tokoh-tokoh nasional tersebut baik Ustadz Jefri Al Buchori, Bapak Taufik Kiemas dan Ully Artha membuat masyarakat terkejut dan turut berduka cita. Tetapi dari ketiga tokoh nasional tersebut, kabar meninggalnya Ustadz Jefri Al Buchori yang begitu mendadak dan tiba-tiba yang paling membuat publik dan para penggemarnya terkejut. Karena Ustadz Jefri Al Buchori atau Uje meninggal dunia tanpa didahului sakit seperti halnya Bapak Taufik Kiemas dan artis Ully Artha.

Ustadz Jefri Al Buchori atau Uje meninggal dunia pada saat beliau sepulang ceramah dan baru saja merayakan ulang tahunnya di usia 40 tahun. Karena begitu tiba-tibanya Ustadz Jefri Al Buchori atau Uje meninggal dunia bahkan di dalam tahlilan 40 hari meninggalnya Uje masyarakat masih berdatangan untuk ikut mendoakan di dalam acara tahlilan tersebut. Dengan meninggalnya ketiga tokoh nasional Ustadz Jefri Al Buchori, Bapak Taufik Kiemas dan artis Ully Artha semakin mempertegas bahwa hidup, mati dan rezeki adalah  rahasia Allah. Semoga amal ibadah Ustadz Jefri Al Buchori, Bapak Taufik Kiemas dan artis Ully Artha diterima di sisi Allah dan diampuni semua dosa-dosa dan khilaf beliau bertiga selama di dunia.

Dari berita meninggal dunia-nya ketiga tokoh nasional tersebut sosok Uje yang menjadi perhatian saya, karena Uje meninggal di usia 40 tahun. Dimana di dalam Islam sendiri angka 40 merupakan salah satu angka yang mempunyai tempat tersendiri.  Misalkan Rasulullah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul pada saat usia 40 tahun, Nabi Musa riyadhoh 40 hari di bukit Tursina dalam rangka munajat kepada Allah. Shalat Jum’at tidak bisa dilaksanakan apabila jumlah jamaah kurang dari 40 orang.

Firman Allah di dalam Surat Al Ahqof ayat 15 :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”

Pada proses perjalanan hidup seseorang angka 40 merupakan angka keemasan. Karena pada usia 40 tahun seseorang termasuk hamba Allah yang sudah mencapai puncak kedewasaan dengan kematangan mental di dalam menyikapi hidup dengan lebih arif dan bijak.

Ustadz Yusuf Mansur sendiri mengenalkan metode riyadhoh 40 hari untuk menggapai ridho Allah di dalam terkabulnya doa dan hajat. Dimana angka 40 hari menjadi parameter di dalam munajat kepada Allah untuk terkabulnya hajat. Dan ini berdasarkan dari riyadhoh Nabi Musa selama 40 hari munajat di bukit Tursina. Setelah riyadhoh 40 hari dengan bermunajat akhirnya Allah mengabulkan doa Nabi Musa.

Firman Allah di Surat Al A’raf Ayat 142 dan 143 :

“Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Rabbnya empat puluh malam. Dan berkatalah Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan”. (QS. 7:142)

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Rabb telah berfirman (langsung kepadanya), berkatalah Musa: “Ya Rabbku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Rabb berfirman: “Kamu sekali-kali tak sanggup untuk melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang pertama-tama beriman”. (QS. 7:143)

Riyadhoh juga pernah dilakukan oleh Rosulullah Nabi Muhammad di Gua Hira hingga akhirnya turun ayat pertama dari Al Quran yaitu Iqra’ yang artinya bacalah. Jadi sebenarnya ber-Riyadhoh dengan munajat kepada Allah untuk terkabulnya hajat bukan hal baru lagi. Karena Nabi Musa dan Nabi Muhammad pun juga sudah melakukkannya.

Semoga bermanfaat…

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Sumber  :  Rahasia Ayat Kursi

Berbagilah dengan teman-teman anda tulisan ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.