Tips dan Kiat Cara Menjadi Orang Sukses Dunia Akhirat di Usia Muda

tips-dan-kiat-cara- menjadi-orang-sukses-dunia-akhirat-di-usia-muda-riyadhohayatkursi.comAkhir-akhir ini ada beberapa email yang masuk dalam email saya menanyakan cara menjadi orang sukses. Sukses adalah…. Jujur saya bingung menjawabnya, karena pertanyaan tersebut kurang spesifik dan terlalu luas arti dan pengertiannya. Dimana arti sukses dan pengertian sukses setiap orang di dalam memahami dan memaknai sukses itu berbeda-beda.

Di era informasi dan teknologi ini sangat mudah sebenarnya untuk mencari di internet yang berkaitan dengan kisah sukses, cerita orang sukses dan biografi orang sukses yang bisa dijadikan sebagai contoh dan panutan. Bahkan juga banyak artikel tentang motivasi sukses, kunci sukses, kunci kesuksesan, kiat sukses, tips sukses, tips menjadi orang sukses, kiat menjadi orang sukses sampai ke ciri-ciri orang sukses.

Dari semua yang berhubungan dengan sukses dan kesuksesan yang sangat perlu dipahami dan dimengerti oleh siapa pun adalah bahwa sukses bukan bagian dari takdir dan tidak ada yang namanya sukses warisan. Jika ada orang sukses karena orang tua atau karena nenek moyang itu yang diwariskan adalah hartanya atau ilmunya. Bukan suksesnya. Ini terbukti beberapa perusahaan besar banyak yang mengalami pailit dan bangkrut atau berpindah tangan ke orang lain pada saat diwariskan kepada keturunannya. Entah itu anaknya atau cucunya.

Sebenarnya kita sebagai muslim tidak perlu jauh-jauh untuk mencari cara menjadi orang sukses. Karena agama Islam sudah mengajarkannya. Dan di dalam ajaran Islam itulah yang selama ini dikerjakan oleh orang-orang sukses di belahan bumi mana pun, profesi apa pun dan apa pun agama dan keyakinannya. Apa itu ? Allah memberi kita dua mata dan dua telinga untuk apa ? Jika anda sudah membaca artikel saya yang berjudul Rahasia di Balik Merubah Nasib Hidup sedikit banyak akan mengerti.

Jika anda benar-benar muslim tidak akan susah dan sulit menjawabnya. Saya ambil contoh yang paling sederhana adalah tentang sholat. Shalat mengajarkan kita untuk :

1.  Sebelum shalat kita wajib ber-wudhu. Di dalam berwudhu tidak hanya sekedar untuk membersihkan anggota badan tertentu saja. Tetapi juga bagian yang tersembunyi pun juga dibersihkan. Misalkan dua lubang hidung, dua lubang telinga, kuku tangan dan kaki serta sela-sela jari. Dalam wudhu kita diajarkan untuk Teliti, Cermat dan Detail dari setiap apa yang kita kerjakan.

2.  Allah sudah menetapkan waktu untuk mengerjakan sholat. Ditentukannya waktu shalat mengajarkan kita untuk disiplin, tertib dan menghargai waktu. Jangan menunda-nunda waktu, karena menunda waktu juga akan menunda dapatnya rejeki, kesuksesan dan keberhasilan. Dan bisa jadi rezeki, kesuksesan dan keberhasilan akan diambil orang lain apabila menunda-nunda waktu.  Bahkan Allah pun bersumpah untuk waktu di dalam Al Quran :

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” ( QS. Al ‘Ashr : 1-3 ).

Sekali lagi saya sampaikan, waktu tidak akan pernah kembali mundur dan terulang lagi. Waktu terus berjalan sesuai dengan kodratnya yang tidak akan peduli siapa kita dan apa yang akan terjadi pada kita, untuk itu sangatlah penting untuk menghargai waktu dengan mengerjakan hal-hal yang positif, kreatif, inovatif dan produktif. Minimalisir atau kurangi dan jika perlu hindari serta tinggalkan hal-hal yang sifatnya hanya untuk bersantai dan bersenang-senang yang tanpa menghasilkan, bermanfaat dan berguna untuk masa depan. Boleh bersantai dan bersenang-senang asalkan tidak lepas dari hal-hal positif, kreatif, inovatif dan produktif.

3.  Allah berfirman di dalam Al Quran :

“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya…” ( QS. Al Mukminun : 1 – 2 ).

Ayat di atas Allah memerintahkan kita untuk khusyu’ di dalam mengerjakan shalat. Khusyu dalam sholat mengajarkan kita untuk Fokus. Dengan fokus akan menjadikan motivasi tersendiri untuk meraih impian, harapan dan cita-cita tersebut.

4.  Pada saat adzan dikumandangkan kita diperintahkan untuk segera mengambil wudhu dan mengerjakan sholat awal waktu serta menghentikan dan meninggalkan pekerjaan dan aktifitas yang lain. Seperti firman Allah :

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” ( QS. An-Nisaa : 103 )

Dan hadist tentang sholat tepat pada waktunya :

“Aku bertanya kepada Rasulullah, “ Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal ? ” Beliau menjawab, “ Shalat tepat pada waktunya…..” ( HR. Bukhari )

Pelajaran apa yang bisa diambil dari sholat tepat waktu ? Sholat tepat waktu mengajarkan kita tentang sebuah Perjuangan dan Pengorbanan. Bagaimana bisa dikatakan perjuangan dan pengorbanan ? Kita tinggalkan waktu tidur yang nyenyak dan enak untuk sholat subuh, kita tinggalkan sinetron dan acara tv yang kita sukai untuk sholat maghrib dan isya’, kita tinggalkan pekerjaan, dagangan, usaha dan bisnis untuk sholat dzuhur dan ashar. Apakah menurut anda hal tersebut itu mudah ? Tidak bukan ? Ternyata untuk beribadah kepada Allah pun membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.

Sekarang seberapa mampu dan sanggup anda untuk berjuang dan berkorban ? Kemampuan dan kesanggupan anda dalam berjuang dan berkorban yang akan menentukan menjadi orang sukses. Banyak orang yang ingin sukses dan ingin merubah nasib hidup tetapi tidak mau berjuang dan berkorban. Kalau seperti itu bagaimana bisa pindah kwadran menjadi orang sukses dan merubah nasib hidup yang lebih baik lagi ?

Selama anda masih memiliki mental gratisan, rasa malas dan enggan untuk berjuang dan berkorban maka kesuksesan, impian, harapan dan cita-cita akan jauh dari anda. Bagaimana bisa sukses jika menginvestasikan uang untuk sedekah saja tidak mau. Di dalam perjuangan wajib dan harus rela berkorban waktu, pikiran, tenaga dan uang. Bahkan di dalam sholat pun kita juga mengeluarkan uang untuk celana panjang, sarung, mukena dan sajadah.

Subhanallah… Maha Suci Allah… ternyata hanya dari sholat saja sudah mengajarkan semua cara menjadi orang sukses dunia akhirat.

Jadi jika ingin menjadi orang sukses dunis akhirat di usia muda yang harus dikerjakan :

1. Fokus, dalam ibadah dan apa yang menjadi cita-cita, impian dan harapan.

2. Disiplin waktu, Tertib waktu, Menghargai waktu untuk hal yang  positif, kreatif, inovatif dan produktif.

3. Teliti, Cermat, Detail terhadap apa yang dikerjakan dan diusahakan.

4. Berjuang dan Berkorban waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk mewujudkan cita-cita, impian dan harapan.

Kunci sukses tersebut bisa dipergunakan untuk meraih kesuksesan apa pun yang anda inginkan. Orang yang sudah meraih kesuksesan sekarang ini dengan berbagai macam profesi dan latar belakang pendidikan dan ekonomi sudah melakukan itu semua, dan sekarang mereka tinggal menikmati kesuksesannya. Dan salah satu lagi ciri-ciri orang sukses adalah mereka sedikit sekali waktu tidurnya dibandingkan waktu tidur orang pada umumnya. Sama halnya yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah dimana Rasulullah mengurangi jam tidur untuk beribadah kepada Allah di malam hari.

Di usia muda jangan sampai kurang waktu tidur hanya untuk begadang, kongkow, nongkrong, cangkrukan dan angkringan di cafe atau warung kopi ( warkop ) untuk hal-hal yang tidak berguna dan tidak bermanfaat. Ingat waktu juga bagian dari investasi masa depan. Apa yang anda kerjakan dan lakukan sekarang ini akan anda panen di masa depan.

Jika masih bingung dan gagal paham dengan tips dan kiat cara menjadi orang sukses diatas perbanyaklah dengan menambah ibadah sunah. Mohon bimbingan, tuntunan dan petunjuk kepada Allah. Karena tidak semua bisa dilakukan dengan usaha lahir semata, karena jalan hidup setiap orang ada yang masih bagian rahasia Allah yang masuk dalam hak prerogatif Allah, dan itu hanya bisa ditempuh dengan usaha batin dengan menambah ibadah sunah. Baik itu sholat, puasa, dzikir dan wirid untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah guna mendapatkan Ridho, Maunah, bimbingan, tuntunan dan petunjuk Allah.

Semoga artikel Tips dan Kiat Cara Menjadi Orang Sukses Dunia Akhirat di Usia Muda bisa menjadi jawaban dari pertanyaan yang ada dalam email saya.

Sumber Inspirasi : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Klik tulisan warna Biru untuk membaca tulisan/artikel yang lain.

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Berbagilah dengan teman-teman anda artikel ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi manfaat, keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.

Miskin Itu Bukan Takdir

miskin-itu-bukan-takdir-sedekah-bersedekah-berusaha-dan-berdoa-riyadhohayatkursi.wordpress.comSetiap manusia ingin hidup mapan, sejahtera, berkecukupan dan kaya raya. Tetapi fakta di kehidupan nyata masih ada yang mengalami hidup di bawah garis kemiskinan, pra sejahtera, kekurangan dan miskin. Apakah mereka yang mengalami hal tersebut adalah bagian dari nasib hidup atau takdir yang sudah ditentukan oleh Allah untuk mereka ? Jawabannya Tidak ! Allah memberikan kekayaan dan kecukupan bagi setiap hamba-hambanya.

Firma Allah di dalam Al Quran :

“Dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN.” (QS. Al Najm : 48)

Jadi kekurangan dan kemiskinan itu bukan bagian dari takdir, tetapi manusia-nyalah yang menjadikannya demikian.

Firman Allah di dalam Al Quran :

“ Dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisaa : 79)

“ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)

Kemalasan dan ketidakmauan di dalam berusaha dan bekerja keras yang menjadi penyebabnya. Rasa takut terhadap kegagalan serta pada saat mengalami kegagalan mudah menyerah itu juga menjadi penyebabnya.

Ingin sesuatu dengan cara meminta-minta, mencari nafkah dengan mengemis, mendapatkan sesuatu dengan mengandalkan belas kasihan dari orang lain merupakan penyakit mental yang harus di hapus dari dalam diri setiap orang. Jika ada orang yang melakukan hal tersebut seperti halnya orang itu sudah mati rasa malunya, sudah hilang harga dirinya dan sudah tidak mempunyai muka.

Seperti sabda Rasulullah di dalam sebuah hadist :

“ Tidaklah seseorang terus meminta-minta hingga kelak pada hari kiamat ia menjumpai Allah sementara di wajahnya tidak ada sekerat daging pun “ (HR. Muslim ).

Karena dengan meminta-minta, mengemis dan mencari nafkah dengan mengandalkan belas kasihan dari orang lain sama halnya mendzolimi diri sendiri, menistakan diri sendiri, merendahkan diri sendiri dan tidak menghargai diri sendiri.

Di Jepang, ikan salmon disajikan pada saat masih keadaan segar. Oleh karena itu nelayan Jepang berusaha bagaimana caranya ikan salmon tidak mati pada saat perjalanan kembali ke pantai. Akhirnya ditemukan dengan cara memasukkan ikan hiu kecil di dalam tempat ikan salmon di kapal nelayan. Dengan cara tersebut ternyata ikan salmon tetap bisa hidup. Mengapa bisa tetap hidup ? Karena ikan salmon terus bergerak untuk menjauh dari ikan hiu kecil tersebut.

Hikmah apa yang bisa diambil dari cara nelayan di Jepang terhadap ikan salmon dan ikan hiu di atas ?

Gerak berarti Hidup dan Diam berarti Mati. Baik itu tubuh dan pikiran manusia. Pengertian tersebut harus dipahami betul oleh siapa pun. Jika tidak ingin miskin dan kekurangan harus terus bergerak dengan cara terus menerus berusaha dan bekerja keras. Jangan pernah berhenti sebelum apa yang diinginkan dan di-cita-cita-kan tercapai. Demikian pula apabila di dalam bidang usaha dan bisnis jika ingin maju dan sukses jangan pernah diam menunggu, tetapi harus jemput bola, pro aktif, inovatif , kreatif dan produktif.

Rezeki-rejeki, kekayaan, kesuksesan, keberhasilan, perubahan nasib hidup tidak datang dengan sendirinya. Semuanya itu harus dijemput dengan berusaha dan berdoa. Bukan hanya diam menunggu keajaiban datang. Keajaiban pun juga harus dijemput. Karena 99% keajaiban terjadi apabila manusia sudah berusaha dan berdoa. Hanya 1% saja yang murni keajaiban.

Jadi jika ingin sukses, berhasil, kaya raya harus berusaha dan bekerja secara maksimal, dan jika ingin mudah dan lancar di dalam berusaha dan bekerja mencari rezeki yang halal dan berkah sertai dengan berdoa. Jangan pernah menyerah dan berputus asa. Karena manusia yang mudah menyerah dan putus asa akan terputus dari syafaat dan rahmat Allah. Yakinlah setiap tetes keringat yang mengalir akan menjadi sarana turunnya syafaat, rahmat, ridho dan keberkahan dari Allah. Ingat batu yang besar pun akan berlobang hanya karena tetesan air yang terus menerus.

Allah tidak suka terhadap hamba-hamba-Nya yang hanya berpangku tangan, ber-pasrah terhadap nasib dan menyerah pada keadaan. Allah akan memberikan pertolongan bagi hamba-hamba-Nya yang mau terus berusaha, bekerja keras dan yang disertai dengan berdoa kepada-Nya.

“…Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat “ (QS. Al Baqarah : 124)

“…Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya DIA akan mengadakan baginya jalan ke luar ” (QS. At-Thalaq : 2)

” Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya…” (QS. At-Thalaq : 3)

Dari tiga ayat tersebut di atas sungguh begitu luar biasanya syafaat , rahmat, anugerah dan karunia Allah bagi hamba-hambaNya. Tetapi sungguh sangat disayangkan masih banyak manusia yang mengingkarinya dengan mendzolimi diri sendiri berupa kemalasan dan ketidakmauan di dalam berikhtiar, berusaha, bekerja keras dengan cara halal dan berdoa.

Allah Maha Kaya, Nabi Sulaiman pun Raja Terkaya yang belum ada tandingannya sampai saat ini. Rasulullah pun juga kaya, bahkan di dalam hadist beliau bersabda :

“ Allah SWT lebih menyukai muslim yang kuat iman dan nafkahnya daripada muslim yang lemah ”

“ Meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, itu jauh lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan fakir, sehingga mereka meminta-minta kepada manusia ”

“ Kekayaan tidak membawa mudharat bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT ”

Dan berikut salah satu doa yang sering dibaca Rasulullah Muhammad SAW :

“ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran, KEFAKIRAN, dan azab kubur…” Aamiin….

Semoga artikel Miskin itu Bukan Takdir ini bermanfaat bagi kita semua…

 

Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Klik tulisan warna Biru untuk membaca tulisan/artikel yang lain.

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Berbagilah dengan teman-teman anda artikel ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi manfaat, keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.

Rahasia di Balik Merubah Nasib Hidup

rahasia-di-balik-merubah-nasib-hidup-sukses-kesuksesan-keberhasilan-kaya-raya-kekayaan-milyarder-www.riyadhohayatkursi.comSudah menjadi bahasa umum bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sempurna dan yang akan menjadi khalifah di bumi ini. Semua apa yang ada di bumi ini oleh Allah di peruntukkan untuk manusia. Binatang, tumbuh-tumbuhan, air, api, tanah, udara, barang tambang dan lain sebagainya semua untuk memenuhi kebutuhan manusia selama ada di bumi. Artinya bahwa Allah di dalam menciptakan sesuatu ada maksud dan tujuan yang terkandung di dalamnya. Baik itu yang masih bersifat rahasia-belum ditemukan, maupun yang sudah ditemukan dan diciptakan oleh manusia itu sendiri.

Demikian pula Allah di dalam menciptakan manusia dilengkapi dengan anggota badan itu pun ada maksud dan tujuannya. Di dalam menciptakan manusia Allah melengkapi dengan dua mata, dua telinga, dua tangan, dua kaki dan satu mulut. Tujuannya supaya manusia lebih Banyak Belajar melalui penglihatan (mata) dan pendengaran (telinga) serta lebih Banyak Berusaha dan Berjuang dengan tangan dan kaki-nya. Dan Allah memberikan satu mulut pada manusia agar tidak hanya banyak bicara, mengeluh dan meratapi nasib hidup.

Dari apa yang saya sampaikan diatas tentunya amat sangat sungguh memalukan apabila kita sebagai muslim masih sering mengeluh, meratapi nasib, menghiba, berharap belas kasihan, meminta-minta, mengemis, dan minta gratisan kepada sesama manusia yang lain. Jangan menghinakan diri, jangan menistakan diri dan jangan merendahkan diri sendiri dengan hal-hal tersebut. Berpantang bagi seorang muslim untuk melakukan hal-hal tersebut.

Angkat derajat kemulian dan harga diri dengan bekerja keras, berusaha dan berjuang tanpa menyerah sampai akhir hayat dikandung badan atau sampai ajal menjemput. Disaat seseorang mampu untuk sukses dan berhasil untuk meraih kesuksesan itulah nilai dari sebuah harga diri dari setiap pribadi yang mau berusaha dan berjuang.

Allah berfirman di dalam Al Quran :

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka ” (QS.13:11)

Ayat diatas sangat relevan dengan kondisi waktu dan zaman seperti sekarang ini, yaitu tentang “Perubahan”. Sekarang ini dengan perkembangan teknologi informasi di segala bidang yang meliputi ekonomi, finansial, keuangan, politik dan keamanan menyebabkan iklim perubahan di suatu daerah dan negara menjadi begitu sangat pesat dan cepat.

Ingat, tumbuhan dan binatang purbakala yang sudah punah adalah korban dari perubahan ekosistem yang ada di bumi pada saat itu. Tumbuhan dan binatang purbakala tersebut mati dan punah karena tidak bisa berubah atau ber-evolusi.

Sama halnya dengan manusia, jika kita tidak mampu mengikuti arus perubahan seperti waktu sekarang ini atau perubahan dari waktu ke waktu tentunya kita akan tergilas dan tertindas yang akhirnya kita hanya menjadi korban perubahan jaman dan hanya sebagai penonton atas keberhasilan serta kesuksesan orang lain.

Untuk merubah nasib hidup di dalam ayat diatas Allah sudah menegaskan bahwa kita-lah yang paling bertanggung jawab untuk terjadinya perubahan atas hidup kita untuk saat ini maupun hidup kita di masa depan. Bukan orang lain, kondisi atau pun situasi. Dan tidak ada perubahan yang terjadi secara instan atau secara tiba-tiba, semuanya perlu proses.

Dan dari ayat diatas jika ingin merubah nasib bisa dijabarkan sebagai berikut :

  1. Merubah Pola Pikir, ubah pola pikir yang tidak baik seperti berangan-angan dan berandai-andai dengan pola pikir yang kreatif.
  2. Merubah Mental, ubah mental miskin, mental gratisan, meratapi nasib, menghiba meminta belas kasihan dengan mental bahwa segala sesuatu yang di peroleh harus dari hasil jerih payah dan dari kristalisasi keringat, bukan dari hasil pemberian tanpa usaha. Tanamkan rasa malu dan gengsi apabila mendapatkan sesuatu dari hasil meminta-minta, menghiba, belas kasihan dan mengemis.
  3. Merubah Perilaku, perilaku ogah-ogahan, malas, menunda-nunda waktu dan buang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak penting harus diubah menjadi perilaku atau perbuatan yang cekatan dan produktif.

Menunda-nunda waktu sama halnya dengan menunda perubahan nasib hidup, keberhasilan dan kesuksesan. Sementara waktu terus berjalan tanpa perduli siapa kita dan apa yang akan terjadi pada kita.

Dengan merubah ke tiga hal tersebut insha Allah dengan berjalannya waktu Allah akan mengangkat derajat kemuliaan kepada nasib yang lebih baik dalam hal ekonomi, finansial dan keuangan yang lebih mapan dan berkah.

Di dalam sebuah usaha dan perjuangan hidup untuk merubah nasib hidup tentunya sangat wajar apabila ada halangan dan rintangan berupa masalah. Justru masalah-lah yang selama ini menjadikan pembelajaran untuk menemukan solusi di dalam usaha dan perjuangan merubah nasib hidup. Itu bagi yang mau belajar dan selalu mau mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapi. Bagi yang tidak mau belajar dan mencari solusi tentunya akan semakin terpuruk dan tenggelam dengan masalah yang sedang dihadapi.

Dengan adanya masalah akan membentuk seseorang menjadi pribadi yang kuat, tangguh, mandiri dan tahan banting di dalam setiap menghadapi tantangan kehidupan. Itu-lah tujuan ayat tersebut diatas diturunkan oleh Allah. Agar setiap muslim bisa menjadi pribadi yang kuat, tangguh, mandiri dan tahan banting di dalam setiap menghadapi tantangan kehidupan dan tantangan zaman. Kuncinya setiap mengalami dan menghadapi masalah sikapilah dengan Fokus pada Solusi bukan fokus pada masalah. Dan di dalam mencari solusi harus terencana, terarah dan terukur.

Selain dengan ikhtiar lahir diatas sertakan juga ikhtiar batin dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara meningkatkan kwalitas ibadah. Tidak ada keberhasilan dan kesuksesan yang berkah dan abadi tanpa disertai aspek spiritual berupa ikhtiar batin. Karena hanya dengan Ridho Allah semata sebuah keberhasilan dan kesuksesan untuk merubah nasib hidup bisa terjadi. Aamiin…

Semoga tulisan Rahasia di Balik Merubah Nasib Hidup ini bermanfaat untuk kita semua…

Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Klik tulisan warna Biru untuk membaca tulisan/artikel yang lain.

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Berbagilah dengan teman-teman anda artikel ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi manfaat, keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.