Rahasia Ikhtiar Lahir dan Ikhtiar Batin

ayat kursi-riyadhohayatkursi.com-sedekah-zakat-infaq-infak-sodaqoh-shodaqoh-sholat-shalat-puasa-haji-saum-al fatihah-Islam-dhuha-duha-tahajud-tahajjud-riyadhah ayat kursi-sunah-sunnah-puasa-ramadhan-ilmu hikmah-laduniSemua orang ingin hidup layak, mapan, berkecukupan dan kaya, dan semua orang ingin setiap doa terkabul dan setiap hajat terwujud. Tetapi tidak semua orang bisa mengalami hal tersebut. Hanya sedikit saja orang yang bisa mengalaminya. Mengapa bisa demikian ? Pernahkah itu ada dalam pikiran anda? Jawabannya karena memang lebih banyak orang yang memilih untuk berkeluh kesah dan hanya sedikit orang yang mau istiqomah dalam berjuang, berusaha, berupaya dan berikhtiar.

Perjuangan dalam hidup memanglah tidak mudah. Yang sering menjadi kambing hitam peyebab ketidakmudahan dalam perjuangan hidup adalah karena kompetisi dan persaingan hidup serta tingginya beban biaya hidup yang berpengaruh terhadap keuangan dan ekonomi keluarga. Yang namanya perjuangan hidup untuk meraih cita-cita dan harapan masa depan yang cerah tentunya memerlukan pengorbanan, baik itu waktu, tenaga, pikiran, dan uang/materi. Dan tidak ada yang gratis di dalam perjuangan hidup, karena memang tidak ada keberhasilan dan kesuksesan yang diperoleh secara gratis.

Ketidakmudahan dalam perjuangan hidup akan semakin terasa berat apabila tidak adanya keseimbangan. Keseimbangan ini dalam artian seseorang harus mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk dipergunakan sebagai bekal, modal dan senjata untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam perjuangan hidup. Dan ingat tidak ada yang mudah dan gratis di dalam perjuangan hidup. Semua perlu pengorbanan.

Manusia adalah makhluk yang sempurna sebagai ciptaan Allah. Tetapi kesempurnaan dalam penciptaannya telah ternodai oleh perbuatan dan perilaku manusia itu sendiri. Di dalam kesempurnaan penciptaannya, Allah telah memberikan sumber daya sebagai bekal, modal dan senjata untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam berjuang, berusaha, berupaya dan berikhtiar, yaitu Lahir dan Batin. Lahir dan Batin inilah yang harus diseimbangkan dalam bentuk ikhtiar yang dikenal dengan Ikhtiar Lahir dan Ikhtiar Batin. Jangan sampai salah satunya lebih mendominasi daripada yang satunya. Karena sudah banyak orang yang menjadi korban karena ketidakseimbangan di dalam ikhtiar lahir dan ikhtiar batin.

Dalam hal ini sudah banyak contoh kasus yang menjadi korban dikarenakan hanya mengutamakan ikhtiar lahir dengan mengabaikan ikhtiar batin. Yang perlu diingat bahwa ikhtiar lahir merupakan hasil dari panca indera. Terutama mata dan telinga. Apa yang terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga sebenarnya tidak sepenuhnya itu benar. Bahkan apa yang terlihat dan terdengar sebenarnya lebih banyak sebagai fatamorgana kehidupan dibandingkan realita kehidupan.

Tentunya anda masih ingat dengan kasus arisan berantai beberapa tahun yang lalu. Banyak sekali korbannya termasuk teman saya yang sampai kehilangan pekerjaan karena berurusan dengan hukum dan pihak berwajib. Dan saya yakin modus arisan berantai tersebut tetap masih ada sampai sekarang ini dalam bentuk dan kemasan yang berbeda. Selain arisan berantai masih banyak lagi modus kasus penipuan yang lain baik itu dalam bidang bisnis dan usaha, kerjasama usaha dan bisnis, jual beli dan yang lainnya.  Untuk itu sertakan ikhtiar batin agar tidak mendapat musibah di dalam berikhtiar lahir.

Di dalam ikhtiar batin pun juga harus berhati-hati, karena di dalam ikhtiar batin banyak juga kasus penipuan. Misalkan saja dalam hal mencari dan memperoleh rezeki/rejeki banyak sekali ditawarkan ilmu cara cepat kaya dalam bentuk ilmu pesugihan instan. Mulai dari uang balik, dana gaib, dana hibah gaib, babi ngepet, pesugihan tuyul, pesugihan kandang bubrah dan lain sebagainya. Sekali lagi perjuangan hidup itu tidak mudah, jadi jangan menambah masalah di dalam ketidakmudahan perjuangan hidup dengan hal-hal yang musyrik dan syirik. Kalau ingin mendapatkan kekayaan caranya dengan bekerja, berdagang, wirausaha, wiraswasta dan cara-cara lain yang halal dan diridhoi Allah. Untuk mendapatkan ridho Allah tentunya harus diimbangi dengan ikhtiar batin.

Ikhtiar lahir dan ikhtiar batin itu saling mengisi. Seperti halnya siang dan malam-malam dan siang. Siang hari untuk ikhtiar lahir dan malam hari untuk ikhtiar batin. Bila kita mampu menyeimbangkan ikhtiar lahir dan ikhtiar batin semua kebutuhan hidup kita dari sisi lahiriah dan batiniah akan terpenuhi, tercukupi dan berlimpah.

Ikhtiar batin sendiri memiliki istilah lain yaitu Laku Batin atau Laku Spiritual. Jika saya mewacanakan laku batin atau laku spiritual bukan berarti ini berhubungan dengan klenik, mistis, tahayul atau sarana berupa jimat, azimat, wafaq/wifiq, buhur ambar, dupa, kemenyan/menyan dan lain sebagainya. Ikhtiar batin, laku batin atau laku spiritual sebenarnya sama sekali tidak berhubungan dan berkaitan dengan  klenik, mistis, tahayul, atau sarana berupa jimat, azimat, wafaq/wifiq, buhur ambar, dupa, kemenyan/menyan dan lain sebagainya. Tanpa itu semua ikhtiar batin, laku spiritual atau laku batin tetap bisa dijalankan dan dikerjakan. Karena ikhtiar batin, laku batin atau laku spiritual di dalam Islam itu adalah murni Hablumminallah atau hubungan antara seorang hamba dengan Allah. Tidak ada selain Allah.

Semoga bermanfaat…

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar bisa menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Sumber  :  Rahasia Ayat Kursi

Berbagilah dengan teman-teman anda tulisan ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.