Rahasia Terapi Dzikir

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan primer, pokok dan utama untuk tubuh agar tubuh kita sehat dan kuat. Tubuh kita akan menjadi lemah dan mudah di serang penyakit apabila kita kurang makan dan minum. Karena disebabkan tubuh kita kekurangan gizi dan nutrisi.

Sama seperti halnya tubuh, batin dan jiwa pun akan lemah dan mudah diserang apabila kita kurang dalam berdzikir, apalagi tidak berdzikir. Karena dzikir merupakan kebutuhan primer, pokok dan utama untuk batin dan jiwa kita. Dengan memperbanyak berdzikir menjadikan batin dan jiwa kita menjadi sehat dan  kuat.

Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (Al-Ahzaab:41).

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A’raaf:205)

Sabda Rasulullah :  Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah.” (HR. At-Tirmidziy)

Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada Allah adalah seperti orang yang hidup dan mati.” (HR. Al-Bukhariy).

Oleh karena itu di dalam Riyadhoh Ayat Kursi menggunakan metode Terapi Dzikir dengan bacaan Ayat Kursi dalam jumlah hitungan tertentu. Dimana dalam bacaan Ayat Kursi berisikan Asmaul Husna tentang Kebesaran dan Kekuasaan Allah.

Ada pun manfaat Terapi Dzikir dalam Riyadhoh Ayat Kursi adalah :

1. Relaksasi, dengan melakukan Terapi Dzikir secara istiqomah dan tuma’ninah (tidak tergesa-gesa) memberikan efek relaksasi secara simultan pada hati, otak dan otot. Pada hati akan menimbulkan rasa tenang dan tentram. Sehingga membuat otak bisa lebih berpikir jernih, dan otot pun tidak tegang atau pun mengalami kontraksi. Secara keseluruhan akan berdampak pada perbaikan dan peningkatan kesehatan mental dan tubuh. Terapi dzikir ini juga bagus untuk orang yang mempunyai penyakit tekanan darah tinggi dan jantung dikarenakan adanya efek relaksasi secara simultan diatas.

2. Gelombang Alfa – Theta, pada saat melakukan Terapi Dzikir dengan tuma’ninah, gelombang otak pada kondisi atau fase gelombang Alfa – Theta. Pada kondisi atau fase gelombang Alfa – Theta ini otak mengeluarkan hormon endorfin (endorphin). Hormon endorfin (endorphin) ini menimbulkan peningkatkan kemampuan otak dalam belajar, daya ingat dan kreatifitas. Selain itu pada kondisi atau fase gelombang Alfa – Theta ini akan meningkatkan kemampuan kepekaan terhadap sekitar yang akan menyebabkan seseorang mudah menyesuaikan diri dalam sebuah lingkungan pergaulan.

3. Kepekaan batin, pada saat melakukan Terapi Dzikir dengan tuma’ninah, akan terpancar energi batin. Dimana energi batin ini selaras dengan energi Ilahiyah.  Bila energi batin sudah selaras dengan energi Ilahiyah akan menimbulkan kepekaan batin terhadap isyarah Allah atau petunjuk Allah atas jawaban dari sebuah doa. Selain itu juga meningkatkan intuisi pada aktifitas sehari-hari.

Dari ketiga uraian diatas Terapi Dzikir dalam Riyadhoh Ayat Kursi memberikan manfaat positif yang signifikan dalam aspek kehidupan, baik ditinjau dari kesehatan, sosial dan spiritual, selain juga bertambahnya nilai amal baik dan pahala di hadapan Allah. Dan tentunya ini merupakan kunci sukses dan solusi sukses dalam kehidupan. Karena dibalik Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang selalu ada Aspek Spiritual dan Ikhtiar Batin yang menyertainya.

Semoga bermanfaat…

Sumber  :  Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Berbagilah dengan teman-teman anda tulisan ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini.