Membaca Rahasia Garis Tangan

Rahasia Allah juga ada pada telapak tangan setiap orang. Seperti yang kita tahu bahwa di telapak tangan kita ada tiga garis utama. Dimana garis tangan tersebut berkenaan dengan garis kehidupan, garis rezeki dan garis jodoh. Dan ilmu membaca garis tangan ini disebut ilmu palmystri (Indonesia : palmistri).

Saya tidak mengajak anda untuk meramal tentang kehidupan, rezeki dan jodoh anda dengan mempelajari ilmu garis tangan. Tetapi di sini saya mengajak anda untuk membaca dari sebuah rahasia Allah melalui garis tangan tersebut.

Sekarang cobalah tangan anda menggenggam, ketiga garis tangan yang ada dalam telapak tangan tersebut tidak terlihat karena ada dalam genggaman anda. Tetapi masih ada bagian telapak tangan dan garis tangan diluar genggaman anda.

Artinya bahwa garis tangan yang ada dalam genggaman anda tersebut adalah bagian yang harus dan wajib anda upayakan dan perjuangkan baik itu tentang kehidupan, rezeki dan jodoh. Hal ini sangat relevan dengan firman Allah :

” Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka ” (QS. 13 : 11)

Dari hal diatas sudah sangat jelas bagaimana setiap manusia mempunyai tanggung jawab sendiri-sendiri untuk kehidupannya, rezekinya dan jodohnya. Kesuksesan dan Kegagalan kembali kepada masing-masing individu dalam berikhtiar. Karena itu berikhtiarlah dengan sekuat tenaga untuk kehidupan, rezeki dan jodoh anda. Karena itu semua sudah ada dalam genggaman anda.

Garis tangan yang ada dalam genggaman anda itulah yang harus anda upayakan melalui ikhtiar lahir. Karena itu merupakan takdir dan nasib hidup yang harus anda ubah dan anda upayakan dengan ikhtiar lahir.

Sedangkan garis tangan yang di luar genggaman anda adalah bagian dari kekuasaan Allah. Itu merupakan rahasia Allah. Rahasia tersebut hanya Allah yang tahu, tetapi anda masih bisa mengupayakan untuk meraih dan mendapatkan apa yang menjadi rahasia Allah tersebut.

Garis tangan yang berada diluar genggaman anda adalah takdir dan nasib hidup yang diupayakan dengan melalui ikhtiar batin.

Bila diperhatikan dengan seksama, garis tangan yang ada dalam genggaman ternyata lebih banyak dibandingkan dengan garis tangan di luar genggaman. Dan ini kembali lagi pada firman Allah diatas.

Dimana masing-masing pribadi mempunyai tanggung jawab penuh atas takdir dan nasib hidupnya. Dan bukan berarti disini kita lantas mengesampingkan peran Allah di dalam berikhtiar untuk merubah takdir dan nasib hidup seseorang.

Karena bagaimana pun dibalik Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang selalu ada Aspek Spiritual (Ikhtiar Batin) yang menyertainya.

Oleh sebab itu seringkali saya mengingatkan agar di dalam berikhtiar selalu menyeimbangkan antara ikhtiar batin dan ikhtiar lahir.

Dengan menyeimbangkan antara ikhtiar batin dan ikhtiar lahir, menjadikan sebuah ikhtiar akan lebih mudah, ringan dan lancar. Karena akan selalu mendapat petunjuk, tuntunan, maunah dan ridho Allah. Dengan petunjuk, tuntunan, maunah dan ridho Allah kita tidak akan berjalan dalam gelap, meraba-raba mencari jalan terang untuk keluar dari gelapnya kehidupan.

Keseimbangan dalam ikhtiar batin dan ikhtiar lahir merupakan solusi sukses dan kunci sukses dalam semua aspek kehidupan.

Dibalik Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang selalu ada Aspek Spiritual dan Ikhtiar Batin yang menyertainya.

Semoga bermanfaat…

Sumber  :  Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Berbagilah dengan teman-teman anda tulisan ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini.

Dzikir dan Pikir

Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, bahwa hidup haruslah seimbang antara ikhtiar batin dan ikhtiar lahir. Karena apabila hanya salah satu saja dari ikhtiar tersebut dikerjakan tentunya tidak akan memberikan sebuah syafaat tetapi justru akan memberikan kemudharatan.

Dan Allah telah berfirman di dalam Al Quran tentang keseimbangan di dalam hidup di dunia, firman Allah tersebut sebagai berikut :  “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” ( QS. Al Jumu’ah ayat 10 ).

Bahkan di dalam hadist pun juga ada yang berkenaan dengan keseimbangan di dalam menjalani hidup di dunia ini, yaitu “ Bekerjalah untuk duniamu seakan akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan akan kamu akan mati besok “

Jadi sudah sangat jelas sekali di dalam Al Quran dan Al Hadist telah disampaikan tentang pentingnya keseimbangan dalam hidup. Dan keseimbangan dalam hidup inilah yang harus bisa dijalankan oleh Pengamal Riyadhoh Ayat Kursi. Dengan menyeimbangkan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir akan memperoleh Kesuksesan di dunia dan akhirat. Karena tanpa ada keseimbangan, hidup akan timpang.

Tulisan kali ini tentang dzikir dan pikir juga bagian dari keseimbangan dalam hidup, yang mana berkaitan erat dengan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir. Dzikir dan pikir ibarat roda sebuah kendaraan, roda kendaraan terdiri dari ban luar dan ban dalam. Sebuah kendaraan tidak bisa berjalan dengan baik dan sempurna apabila hanya terdiri dari ban luar saja, demikian juga halnya jika hanya ban dalam saja. Tentunya disini tidak termasuk ban tubeless.

Dzikir merupakan kebutuhan primer atau kebutuhan pokok ruhani (batin). Tapi banyak orang yang melalaikan dan meninggalkan dzikir. Dzikir dilakukan bila ingat saja atau disaat hati sudah lelah menghadapi segala macam masalah hidup. Dzikir hanya sebagai tempat pelarian dari masalah disaat ikhtiar lahir sudah tidak bisa memberikan solusi.

Sementara awal aktifitas dimulai dari ruhani (batin). Yang kemudian diterjemahkan oleh otak dalam bentuk aktifitas verbal (komunikasi) atau pun perbuatan. Semua berawal dari hati, ruhani atau batin.

Dzikir bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun. Tidak harus setelah selesai shalat. Dzikir juga tidak perlu bersuara, dilakukan dengan siri (sirri) pun juga diperbolehkan. Karena dzikir adalah ibadah ruhani (batin-hati), bukan ibadah jasmani.

Sedangkan pikir-an adalah bagian dari manisfestasi atau perwujudan hati (ruhani-batin). Bila hati sedang tidak tenang tentunya pikiran pun menjadi kacau. Semua pasti sudah pernah mengalami di saat hati tidak tenang selalu saja ada yang salah di dalam perbuatan dan perkataan. Entah dalam pekerjaan, pergaulan atau pun dalam hal lain.

Meskipun pikiran bagian dari manisfestasi hati, tapi peran pikiran tidak bisa kita abaikan. Karena pikiran (otak) adalah tempat untuk mengontrol semua panca indera. Tapi tetap fungsi kontrol utama ada dalam hati atau batin.

Untuk itu dari sekarang mari kita mulai untuk hidup seimbang yaitu menyeimbangkan dzikir dan pikir. Dengan memenuhi kebutuhan ruhani dan jasmani secara seimbang akan membuat hidup menjadi lebih sehat, teratur, tenang dan nyaman. Dan tentu akan tercapainya kesuksesan dunia dan akhirat.

Semoga bermanfaat…

Man Jadda Wa Jada ; Barang siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil ! Kejarlah Akhiratmu maka Kau Dapatkan Duniamu.

Bagikan tulisan ini kepada teman – teman anda melalui Twitter, Facebook dan Email.

Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Ada Apa Dengan Doa ?

Jika mau jujur masih banyak diantara kita memandang doa dengan sebelah mata. Dimana doa dilakukan disaat –saat terakhir di dalam sebuah ikhtiar. Bila sudah menemui jalan buntu dalam menghadapi masalah baru berdoa. Seakan-akan doa hanya sebagai sebuah pelarian atas ketidaksanggupan diri seorang hamba di dalam menghadapi masalah duniawi.

Didalam sebuah acara pun doa selalu ditempatkan dibagian akhir acara. Dimana seharusnya doa ditempatkan di awal acara dan akhir acara. Dan tidak banyak orang yang mengerti tentang hal ini. Semoga dengan tulisan ini akan semakin banyak yang mengerti.

Dalam hal ini banyak orang lebih mengedepankan ikhtiar lahir dibandingkan dengan ikhtiar batin (doa). Antara ikhtiar lahir dan ikhtiar batin semestinya harus selaras, sejalan dan seimbang. Saya jamin bila anda bisa berbuat demikian, anda tidak akan terengah-engah di dalam menjalani hidup anda. Karena sebenarnya doa mempunyai peran yang amat besar dalam segala urusan duniawi.

Banyak orang mengeluhkan mengapa doa tidak dikabulkan. Sebenarnya jawabannya mudah sekali. Sudah berdoa saja tidak dikabulkan apalagi tidak berdoa. Jawaban sederhana yang penuh dengan makna mendalam.

Allah SWT telah berfirman :

Berdoalah kepada-KU niscaya akan aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku mereka akan masuk neraka jahanam dengan penuh kehinaan “ (Q.S. Al-Mu`min:60)

Dari firman Allah diatas sudah jelas sekali bahwa Allah akan mengabulkan doa setiap hambanya. Lantas mengapa doa tidak dikabulkan Allah ? Ada dua hal di dalam doa, yaitu doa yang tertunda dikabulkan dan doa yang tidak dikabulkan.

Saya akan membahas mengapa doa tidak dikabulkan. Dimana bahasan ini berbeda dengan yang saya sampaikan di dalam Tuntunan Riyadhoh Ayat Kursi. Karena ini merupakan bahasan untuk umum. Selain itu dikabulkan atau tidaknya doa kita sebenarnya merupakan Hak Prerogatif Allah.

Hal-hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan  :

1.   Melalaikan kewajiban sebagai hamba Allah, yaitu beribadah. Beribadah adalah kewajiban setiap hamba Allah. Dimana kewajiban kita di dalam beribadah adalah Hak Allah yang harus kita penuhi. Meskipun sebenarnya Allah tidak butuh kita, tetapi dalam hal ini kita-lah yang butuh Allah.

2.  Adanya rezeki atau harta yang bukan milik kita, dimana itu milik orang lain yang wajib diberikan dalam bentuk sedekah. Selain itu juga masih adanya unsur haram dalam cara memperoleh rezeki juga perlu diperhatikan.

“ Boro-boro sedekah, buat makan sehari-hari saja susah ” atau “ Yang haram saja susah di dapat apalagi yang halal ! “, Jangan sampai kata-kata tersebut terlontar baik dari mulut atau pun dalam hati. Karena Allah akan benar-benar menutup pintu dan jalan rezeki anda !

Dan Allah sangat mudah sekali untuk menutup pintu dan jalan rezeki yang diperoleh oleh hambanya. Misalkan setelah mendapat rezeki kemudian Allah memberikan musibah yang menyebabkan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dari rezeki yang diperoleh. Dan itulah salah satu cara Allah membalas perbuatan hambaNya.

Sekecil dan sesedikit apa pun rezeki yang diperoleh dan di dapat wajib hukumnya minimal 2.5% untuk disedekahkan. Karena sedekah mensucikan rezeki dan harta yang kita miliki serta menghapus dosa-dosa.

Tapi bukan berarti rezeki yang diperoleh dengan cara yang haram kemudian disedekahkan lantas berlaku hukum Allah diatas yaitu sedekah mensucikan harta dan menghapus dosa. Rezeki yang haram bila disedekahkan tidak akan mendapat syafaat dan pahala di sisi Allah. Karena hukum Allah tidak mengenal “Money Laundry” .

Dalam hal rezeki harus dan wajib berlaku Hukum Halal Perolehannya dan Halal Peruntukkannya. Dengan demikian rezeki itu akan membawa berkah. Bila rezeki itu membawa berkah akan selalu lancar dan berkesinambungan perolehan rezekinya.

3.   Adanya dosa siri. Tentunya masih ingatkan dengan dosa siri ? Untuk mengurangi dosa siri perbanyak istighfar dan sholat taubat setiap hari. Karena dosa siri sangat halus untuk terjadi dan dilakukan. Banyak dari kita seringkali tidak menyadari bila telah melakukannya,

4.   Tergesa-gesa di dalam berdoa, kurang bersungguh-sungguh, tidak khusyuk, tidak menghayati dan khidmat dalam berdoa.

Demikian empat hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan. Semoga ini bisa menjadikan wacana kita semua agar selalu tidak berputus asa di dalam berdoa dan di dalam menjalani hidup ini.

Semoga bermanfaat…

Man Jadda Wa Jada ; Barang siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil !

Bagikan tulisan ini kepada teman – teman anda melalui Twitter, Facebook dan Email.

Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi