Ada Apa Dengan Doa ?

Jika mau jujur masih banyak diantara kita memandang doa dengan sebelah mata. Dimana doa dilakukan disaat –saat terakhir di dalam sebuah ikhtiar. Bila sudah menemui jalan buntu dalam menghadapi masalah baru berdoa. Seakan-akan doa hanya sebagai sebuah pelarian atas ketidaksanggupan diri seorang hamba di dalam menghadapi masalah duniawi.

Didalam sebuah acara pun doa selalu ditempatkan dibagian akhir acara. Dimana seharusnya doa ditempatkan di awal acara dan akhir acara. Dan tidak banyak orang yang mengerti tentang hal ini. Semoga dengan tulisan ini akan semakin banyak yang mengerti.

Dalam hal ini banyak orang lebih mengedepankan ikhtiar lahir dibandingkan dengan ikhtiar batin (doa). Antara ikhtiar lahir dan ikhtiar batin semestinya harus selaras, sejalan dan seimbang. Saya jamin bila anda bisa berbuat demikian, anda tidak akan terengah-engah di dalam menjalani hidup anda. Karena sebenarnya doa mempunyai peran yang amat besar dalam segala urusan duniawi.

Banyak orang mengeluhkan mengapa doa tidak dikabulkan. Sebenarnya jawabannya mudah sekali. Sudah berdoa saja tidak dikabulkan apalagi tidak berdoa. Jawaban sederhana yang penuh dengan makna mendalam.

Allah SWT telah berfirman :

Berdoalah kepada-KU niscaya akan aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku mereka akan masuk neraka jahanam dengan penuh kehinaan “ (Q.S. Al-Mu`min:60)

Dari firman Allah diatas sudah jelas sekali bahwa Allah akan mengabulkan doa setiap hambanya. Lantas mengapa doa tidak dikabulkan Allah ? Ada dua hal di dalam doa, yaitu doa yang tertunda dikabulkan dan doa yang tidak dikabulkan.

Saya akan membahas mengapa doa tidak dikabulkan. Dimana bahasan ini berbeda dengan yang saya sampaikan di dalam Tuntunan Riyadhoh Ayat Kursi. Karena ini merupakan bahasan untuk umum. Selain itu dikabulkan atau tidaknya doa kita sebenarnya merupakan Hak Prerogatif Allah.

Hal-hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan  :

1.   Melalaikan kewajiban sebagai hamba Allah, yaitu beribadah. Beribadah adalah kewajiban setiap hamba Allah. Dimana kewajiban kita di dalam beribadah adalah Hak Allah yang harus kita penuhi. Meskipun sebenarnya Allah tidak butuh kita, tetapi dalam hal ini kita-lah yang butuh Allah.

2.  Adanya rezeki atau harta yang bukan milik kita, dimana itu milik orang lain yang wajib diberikan dalam bentuk sedekah. Selain itu juga masih adanya unsur haram dalam cara memperoleh rezeki juga perlu diperhatikan.

“ Boro-boro sedekah, buat makan sehari-hari saja susah ” atau “ Yang haram saja susah di dapat apalagi yang halal ! “, Jangan sampai kata-kata tersebut terlontar baik dari mulut atau pun dalam hati. Karena Allah akan benar-benar menutup pintu dan jalan rezeki anda !

Dan Allah sangat mudah sekali untuk menutup pintu dan jalan rezeki yang diperoleh oleh hambanya. Misalkan setelah mendapat rezeki kemudian Allah memberikan musibah yang menyebabkan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dari rezeki yang diperoleh. Dan itulah salah satu cara Allah membalas perbuatan hambaNya.

Sekecil dan sesedikit apa pun rezeki yang diperoleh dan di dapat wajib hukumnya minimal 2.5% untuk disedekahkan. Karena sedekah mensucikan rezeki dan harta yang kita miliki serta menghapus dosa-dosa.

Tapi bukan berarti rezeki yang diperoleh dengan cara yang haram kemudian disedekahkan lantas berlaku hukum Allah diatas yaitu sedekah mensucikan harta dan menghapus dosa. Rezeki yang haram bila disedekahkan tidak akan mendapat syafaat dan pahala di sisi Allah. Karena hukum Allah tidak mengenal “Money Laundry” .

Dalam hal rezeki harus dan wajib berlaku Hukum Halal Perolehannya dan Halal Peruntukkannya. Dengan demikian rezeki itu akan membawa berkah. Bila rezeki itu membawa berkah akan selalu lancar dan berkesinambungan perolehan rezekinya.

3.   Adanya dosa siri. Tentunya masih ingatkan dengan dosa siri ? Untuk mengurangi dosa siri perbanyak istighfar dan sholat taubat setiap hari. Karena dosa siri sangat halus untuk terjadi dan dilakukan. Banyak dari kita seringkali tidak menyadari bila telah melakukannya,

4.   Tergesa-gesa di dalam berdoa, kurang bersungguh-sungguh, tidak khusyuk, tidak menghayati dan khidmat dalam berdoa.

Demikian empat hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan. Semoga ini bisa menjadikan wacana kita semua agar selalu tidak berputus asa di dalam berdoa dan di dalam menjalani hidup ini.

Semoga bermanfaat…

Man Jadda Wa Jada ; Barang siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil !

Bagikan tulisan ini kepada teman – teman anda melalui Twitter, Facebook dan Email.

Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi