Tips dan Kiat Cara Menjadi Orang Sukses Dunia Akhirat di Usia Muda

tips-dan-kiat-cara- menjadi-orang-sukses-dunia-akhirat-di-usia-muda-riyadhohayatkursi.comAkhir-akhir ini ada beberapa email yang masuk dalam email saya menanyakan cara menjadi orang sukses. Sukses adalah…. Jujur saya bingung menjawabnya, karena pertanyaan tersebut kurang spesifik dan terlalu luas arti dan pengertiannya. Dimana arti sukses dan pengertian sukses setiap orang di dalam memahami dan memaknai sukses itu berbeda-beda.

Di era informasi dan teknologi ini sangat mudah sebenarnya untuk mencari di internet yang berkaitan dengan kisah sukses, cerita orang sukses dan biografi orang sukses yang bisa dijadikan sebagai contoh dan panutan. Bahkan juga banyak artikel tentang motivasi sukses, kunci sukses, kunci kesuksesan, kiat sukses, tips sukses, tips menjadi orang sukses, kiat menjadi orang sukses sampai ke ciri-ciri orang sukses.

Dari semua yang berhubungan dengan sukses dan kesuksesan yang sangat perlu dipahami dan dimengerti oleh siapa pun adalah bahwa sukses bukan bagian dari takdir dan tidak ada yang namanya sukses warisan. Jika ada orang sukses karena orang tua atau karena nenek moyang itu yang diwariskan adalah hartanya atau ilmunya. Bukan suksesnya. Ini terbukti beberapa perusahaan besar banyak yang mengalami pailit dan bangkrut atau berpindah tangan ke orang lain pada saat diwariskan kepada keturunannya. Entah itu anaknya atau cucunya.

Sebenarnya kita sebagai muslim tidak perlu jauh-jauh untuk mencari cara menjadi orang sukses. Karena agama Islam sudah mengajarkannya. Dan di dalam ajaran Islam itulah yang selama ini dikerjakan oleh orang-orang sukses di belahan bumi mana pun, profesi apa pun dan apa pun agama dan keyakinannya. Apa itu ? Allah memberi kita dua mata dan dua telinga untuk apa ? Jika anda sudah membaca artikel saya yang berjudul Rahasia di Balik Merubah Nasib Hidup sedikit banyak akan mengerti.

Jika anda benar-benar muslim tidak akan susah dan sulit menjawabnya. Saya ambil contoh yang paling sederhana adalah tentang sholat. Shalat mengajarkan kita untuk :

1.  Sebelum shalat kita wajib ber-wudhu. Di dalam berwudhu tidak hanya sekedar untuk membersihkan anggota badan tertentu saja. Tetapi juga bagian yang tersembunyi pun juga dibersihkan. Misalkan dua lubang hidung, dua lubang telinga, kuku tangan dan kaki serta sela-sela jari. Dalam wudhu kita diajarkan untuk Teliti, Cermat dan Detail dari setiap apa yang kita kerjakan.

2.  Allah sudah menetapkan waktu untuk mengerjakan sholat. Ditentukannya waktu shalat mengajarkan kita untuk disiplin, tertib dan menghargai waktu. Jangan menunda-nunda waktu, karena menunda waktu juga akan menunda dapatnya rejeki, kesuksesan dan keberhasilan. Dan bisa jadi rezeki, kesuksesan dan keberhasilan akan diambil orang lain apabila menunda-nunda waktu.  Bahkan Allah pun bersumpah untuk waktu di dalam Al Quran :

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” ( QS. Al ‘Ashr : 1-3 ).

Sekali lagi saya sampaikan, waktu tidak akan pernah kembali mundur dan terulang lagi. Waktu terus berjalan sesuai dengan kodratnya yang tidak akan peduli siapa kita dan apa yang akan terjadi pada kita, untuk itu sangatlah penting untuk menghargai waktu dengan mengerjakan hal-hal yang positif, kreatif, inovatif dan produktif. Minimalisir atau kurangi dan jika perlu hindari serta tinggalkan hal-hal yang sifatnya hanya untuk bersantai dan bersenang-senang yang tanpa menghasilkan, bermanfaat dan berguna untuk masa depan. Boleh bersantai dan bersenang-senang asalkan tidak lepas dari hal-hal positif, kreatif, inovatif dan produktif.

3.  Allah berfirman di dalam Al Quran :

“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya…” ( QS. Al Mukminun : 1 – 2 ).

Ayat di atas Allah memerintahkan kita untuk khusyu’ di dalam mengerjakan shalat. Khusyu dalam sholat mengajarkan kita untuk Fokus. Dengan fokus akan menjadikan motivasi tersendiri untuk meraih impian, harapan dan cita-cita tersebut.

4.  Pada saat adzan dikumandangkan kita diperintahkan untuk segera mengambil wudhu dan mengerjakan sholat awal waktu serta menghentikan dan meninggalkan pekerjaan dan aktifitas yang lain. Seperti firman Allah :

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” ( QS. An-Nisaa : 103 )

Dan hadist tentang sholat tepat pada waktunya :

“Aku bertanya kepada Rasulullah, “ Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal ? ” Beliau menjawab, “ Shalat tepat pada waktunya…..” ( HR. Bukhari )

Pelajaran apa yang bisa diambil dari sholat tepat waktu ? Sholat tepat waktu mengajarkan kita tentang sebuah Perjuangan dan Pengorbanan. Bagaimana bisa dikatakan perjuangan dan pengorbanan ? Kita tinggalkan waktu tidur yang nyenyak dan enak untuk sholat subuh, kita tinggalkan sinetron dan acara tv yang kita sukai untuk sholat maghrib dan isya’, kita tinggalkan pekerjaan, dagangan, usaha dan bisnis untuk sholat dzuhur dan ashar. Apakah menurut anda hal tersebut itu mudah ? Tidak bukan ? Ternyata untuk beribadah kepada Allah pun membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.

Sekarang seberapa mampu dan sanggup anda untuk berjuang dan berkorban ? Kemampuan dan kesanggupan anda dalam berjuang dan berkorban yang akan menentukan menjadi orang sukses. Banyak orang yang ingin sukses dan ingin merubah nasib hidup tetapi tidak mau berjuang dan berkorban. Kalau seperti itu bagaimana bisa pindah kwadran menjadi orang sukses dan merubah nasib hidup yang lebih baik lagi ?

Selama anda masih memiliki mental gratisan, rasa malas dan enggan untuk berjuang dan berkorban maka kesuksesan, impian, harapan dan cita-cita akan jauh dari anda. Bagaimana bisa sukses jika menginvestasikan uang untuk sedekah saja tidak mau. Di dalam perjuangan wajib dan harus rela berkorban waktu, pikiran, tenaga dan uang. Bahkan di dalam sholat pun kita juga mengeluarkan uang untuk celana panjang, sarung, mukena dan sajadah.

Subhanallah… Maha Suci Allah… ternyata hanya dari sholat saja sudah mengajarkan semua cara menjadi orang sukses dunia akhirat.

Jadi jika ingin menjadi orang sukses dunis akhirat di usia muda yang harus dikerjakan :

1. Fokus, dalam ibadah dan apa yang menjadi cita-cita, impian dan harapan.

2. Disiplin waktu, Tertib waktu, Menghargai waktu untuk hal yang  positif, kreatif, inovatif dan produktif.

3. Teliti, Cermat, Detail terhadap apa yang dikerjakan dan diusahakan.

4. Berjuang dan Berkorban waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk mewujudkan cita-cita, impian dan harapan.

Kunci sukses tersebut bisa dipergunakan untuk meraih kesuksesan apa pun yang anda inginkan. Orang yang sudah meraih kesuksesan sekarang ini dengan berbagai macam profesi dan latar belakang pendidikan dan ekonomi sudah melakukan itu semua, dan sekarang mereka tinggal menikmati kesuksesannya. Dan salah satu lagi ciri-ciri orang sukses adalah mereka sedikit sekali waktu tidurnya dibandingkan waktu tidur orang pada umumnya. Sama halnya yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah dimana Rasulullah mengurangi jam tidur untuk beribadah kepada Allah di malam hari.

Di usia muda jangan sampai kurang waktu tidur hanya untuk begadang, kongkow, nongkrong, cangkrukan dan angkringan di cafe atau warung kopi ( warkop ) untuk hal-hal yang tidak berguna dan tidak bermanfaat. Ingat waktu juga bagian dari investasi masa depan. Apa yang anda kerjakan dan lakukan sekarang ini akan anda panen di masa depan.

Jika masih bingung dan gagal paham dengan tips dan kiat cara menjadi orang sukses diatas perbanyaklah dengan menambah ibadah sunah. Mohon bimbingan, tuntunan dan petunjuk kepada Allah. Karena tidak semua bisa dilakukan dengan usaha lahir semata, karena jalan hidup setiap orang ada yang masih bagian rahasia Allah yang masuk dalam hak prerogatif Allah, dan itu hanya bisa ditempuh dengan usaha batin dengan menambah ibadah sunah. Baik itu sholat, puasa, dzikir dan wirid untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah guna mendapatkan Ridho, Maunah, bimbingan, tuntunan dan petunjuk Allah.

Semoga artikel Tips dan Kiat Cara Menjadi Orang Sukses Dunia Akhirat di Usia Muda bisa menjadi jawaban dari pertanyaan yang ada dalam email saya.

Sumber Inspirasi : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Klik tulisan warna Biru untuk membaca tulisan/artikel yang lain.

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Berbagilah dengan teman-teman anda artikel ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi manfaat, keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.

Gagal Paham

gagal paham-gaya hidup-gaya hidup modern-gaya hidup konsumtif-gaya hidup hedonisme-gaya hidup hemat-pola hidup hemat dan bersahaja-riyadhohayatkursi.wordpress.comKosa kata gagal paham saat ini menjadi trending topik di dalam sebuah istilah. Gagal paham sendiri mengandung pengertian bebas di mana jika seseorang mengalami kurang mengerti atau kurang memahami sebuah topik berita, pembicaraan atau informasi yang di dapat.

Tetapi jika kita mau kaji dan tinjau lebih dalam lagi pengertian gagal paham tidak hanya sebatas di dalam penerimaan tentang informasi. Tetapi bisa lebih dikembangkan lagi terhadap tentang sisi kehidupan manusia. Salah satunya seringkali kita gagal paham di dalam hal rezeki yang sudah Allah berikan untuk kita. Dengan alasan bahwa biaya hidup yang mahal sehingga rejeki yang ada menjadi tidak cukup. Sementara Allah berfirman :

” Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya…” ( QS. At-Thalaq : 3 )

Allah sendiri yang berkata akan mencukupkan apa yang menjadi kebutuhan hidup manusia. Lantas mengapa rezeki yang ada tidak pernah cukup ?

Sebenarnya bukan biaya hidup yang mahal, tetapi gaya hidup-lah yang mahal. Sudah banyak orang yang menjadi korban karena gaya hidup. Dimana untuk memenuhi gaya hidup sampai harus berhutang, gaya hidup konsumtif dan gaya hidup hedonisme adalah yang seringkali menjadi sumber petaka aspek finansial keuangan.

Saya mempunyai teman, pernah tercetus dari teman saya tersebut jika dia lulus dari fit and proper test kenaikan jabatan secara keuangan finansial-nya akan tercukupi. Tetapi faktanya begitu dia mendapatkan jabatan tersebut sampai sekarang ini teman saya setiap bulannya tidak pernah ada uang karena gajinya habis untuk membayar melunasi kartu kredit. Itu pun setiap bulannya masih selalu menyisakan tunggakan kartu kredit, dan hal itu terjadi berulang setiap bulannya sampai sekarang. Perubahan dalam kenaikan jabatan menjadikan gaya hidup teman saya pun ikut berubah. Bisa jadi pada saat pensiun nanti teman saya tersebut uang pesangon pensiun dari perusahaan juga akan habis untuk menutupi semua tunggakan kartu kreditnya. Pilihan hidup yang tidak patut di contoh dan di tiru. Ingat hukum fisika dalam kehidupan yaitu semakin banyak gaya semakin banyak tekanan. Jadi sebaiknya jangan banyak gaya dan tingkah.

Selain gaya hidup yang sudah banyak menelan korban ada lagi satu penyakit sosial di dalam masyarakat, yaitu sifat gengsi gede-gedean. Sifat gengsi adalah sifat tidak mau kalah dengan orang lain yang berkenaan dengan gaya hidup modern seperti sekarang ini.

Dua penyakit sosial yaitu gaya hidup dan sifat gengsi gede gedean ini tidak hanya memakan korban dalam bentuk finansial keuangan semata. Tetapi lebih jauh lagi dampaknya sangat masif terhadap kesehatan psikologis, psikis dan mental terganggu, kesehatan tubuh juga terganggu dan berakhir di rumah sakit jiwa atau pada kematian. Banyak pasien rumah sakit jiwa terganggu mentalnya bukan karena tekanan biaya hidup tetapi karena tekanan gaya hidup dan gengsi gede-gedean.

Allah sendiri menyukai umat muslim yang sukses, berhasil, kaya raya, dan mampu secara finansial. Karena dengan hidup sukses, berhasil, kaya raya, mampu secara keuangan finansial akan bisa menambah nilai amal ibadah yang lain seperti naik haji, zakat, infaq dan sedekah. Tetapi untuk mencapai itu semua harus dilalui prosesnya. Jangan lewat jalan pintas atau menggunakan cara instan yang pada akhirnya akan menimbulkan masalah di belakang hari. Jangan sampai kita mewariskan masalah pada anak cucu kita.

Mari dari sekarang terlebih dahulu dimulai dari diri sendiri membudayakan gaya hidup hemat. Boleh mengikuti gaya hidup modern tetapi tidak lepas dari pola hidup hemat dan bersahaja, jangan mengikuti gaya hidup mewah bila tidak mampu. Ada cukup uang beli kalau tidak ada cukup uang jangan memaksa beli. Membelilah apa yang dibutuhkan dan bermanfaat, bukan membeli berdasarkan apa yang diinginkan.

Ingat, supaya tidak gagal paham lagi tentang kehidupan bahwa yang namanya investasi masa depan tidak hanya berwujud materi seperti properti, perhiasaan, emas, saham dan lainnya. Tetapi kedewasaan dalam bersikap serta arif dan bijaksana dalam perbuatan juga merupakan bagian dari investasi masa depan. Karena sikap dan perbuatan tersebut akan menentukan ketepatan keputusan untuk waktu di masa yang akan datang. Apa yang anda miliki, apa yang anda peroleh dan apa yang anda alami sekarang ini adalah hasil dari pikiran dan perbuatan di waktu lalu.

Semoga artikel gagal paham ini bermanfaat untuk kita semua…

Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Klik tulisan warna Biru untuk membaca tulisan/artikel yang lain.

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Berbagilah dengan teman-teman anda artikel ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi manfaat, keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.

Miskin Itu Bukan Takdir

miskin-itu-bukan-takdir-sedekah-bersedekah-berusaha-dan-berdoa-riyadhohayatkursi.wordpress.comSetiap manusia ingin hidup mapan, sejahtera, berkecukupan dan kaya raya. Tetapi fakta di kehidupan nyata masih ada yang mengalami hidup di bawah garis kemiskinan, pra sejahtera, kekurangan dan miskin. Apakah mereka yang mengalami hal tersebut adalah bagian dari nasib hidup atau takdir yang sudah ditentukan oleh Allah untuk mereka ? Jawabannya Tidak ! Allah memberikan kekayaan dan kecukupan bagi setiap hamba-hambanya.

Firma Allah di dalam Al Quran :

“Dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN.” (QS. Al Najm : 48)

Jadi kekurangan dan kemiskinan itu bukan bagian dari takdir, tetapi manusia-nyalah yang menjadikannya demikian.

Firman Allah di dalam Al Quran :

“ Dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisaa : 79)

“ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)

Kemalasan dan ketidakmauan di dalam berusaha dan bekerja keras yang menjadi penyebabnya. Rasa takut terhadap kegagalan serta pada saat mengalami kegagalan mudah menyerah itu juga menjadi penyebabnya.

Ingin sesuatu dengan cara meminta-minta, mencari nafkah dengan mengemis, mendapatkan sesuatu dengan mengandalkan belas kasihan dari orang lain merupakan penyakit mental yang harus di hapus dari dalam diri setiap orang. Jika ada orang yang melakukan hal tersebut seperti halnya orang itu sudah mati rasa malunya, sudah hilang harga dirinya dan sudah tidak mempunyai muka.

Seperti sabda Rasulullah di dalam sebuah hadist :

“ Tidaklah seseorang terus meminta-minta hingga kelak pada hari kiamat ia menjumpai Allah sementara di wajahnya tidak ada sekerat daging pun “ (HR. Muslim ).

Karena dengan meminta-minta, mengemis dan mencari nafkah dengan mengandalkan belas kasihan dari orang lain sama halnya mendzolimi diri sendiri, menistakan diri sendiri, merendahkan diri sendiri dan tidak menghargai diri sendiri.

Di Jepang, ikan salmon disajikan pada saat masih keadaan segar. Oleh karena itu nelayan Jepang berusaha bagaimana caranya ikan salmon tidak mati pada saat perjalanan kembali ke pantai. Akhirnya ditemukan dengan cara memasukkan ikan hiu kecil di dalam tempat ikan salmon di kapal nelayan. Dengan cara tersebut ternyata ikan salmon tetap bisa hidup. Mengapa bisa tetap hidup ? Karena ikan salmon terus bergerak untuk menjauh dari ikan hiu kecil tersebut.

Hikmah apa yang bisa diambil dari cara nelayan di Jepang terhadap ikan salmon dan ikan hiu di atas ?

Gerak berarti Hidup dan Diam berarti Mati. Baik itu tubuh dan pikiran manusia. Pengertian tersebut harus dipahami betul oleh siapa pun. Jika tidak ingin miskin dan kekurangan harus terus bergerak dengan cara terus menerus berusaha dan bekerja keras. Jangan pernah berhenti sebelum apa yang diinginkan dan di-cita-cita-kan tercapai. Demikian pula apabila di dalam bidang usaha dan bisnis jika ingin maju dan sukses jangan pernah diam menunggu, tetapi harus jemput bola, pro aktif, inovatif , kreatif dan produktif.

Rezeki-rejeki, kekayaan, kesuksesan, keberhasilan, perubahan nasib hidup tidak datang dengan sendirinya. Semuanya itu harus dijemput dengan berusaha dan berdoa. Bukan hanya diam menunggu keajaiban datang. Keajaiban pun juga harus dijemput. Karena 99% keajaiban terjadi apabila manusia sudah berusaha dan berdoa. Hanya 1% saja yang murni keajaiban.

Jadi jika ingin sukses, berhasil, kaya raya harus berusaha dan bekerja secara maksimal, dan jika ingin mudah dan lancar di dalam berusaha dan bekerja mencari rezeki yang halal dan berkah sertai dengan berdoa. Jangan pernah menyerah dan berputus asa. Karena manusia yang mudah menyerah dan putus asa akan terputus dari syafaat dan rahmat Allah. Yakinlah setiap tetes keringat yang mengalir akan menjadi sarana turunnya syafaat, rahmat, ridho dan keberkahan dari Allah. Ingat batu yang besar pun akan berlobang hanya karena tetesan air yang terus menerus.

Allah tidak suka terhadap hamba-hamba-Nya yang hanya berpangku tangan, ber-pasrah terhadap nasib dan menyerah pada keadaan. Allah akan memberikan pertolongan bagi hamba-hamba-Nya yang mau terus berusaha, bekerja keras dan yang disertai dengan berdoa kepada-Nya.

“…Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat “ (QS. Al Baqarah : 124)

“…Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya DIA akan mengadakan baginya jalan ke luar ” (QS. At-Thalaq : 2)

” Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya…” (QS. At-Thalaq : 3)

Dari tiga ayat tersebut di atas sungguh begitu luar biasanya syafaat , rahmat, anugerah dan karunia Allah bagi hamba-hambaNya. Tetapi sungguh sangat disayangkan masih banyak manusia yang mengingkarinya dengan mendzolimi diri sendiri berupa kemalasan dan ketidakmauan di dalam berikhtiar, berusaha, bekerja keras dengan cara halal dan berdoa.

Allah Maha Kaya, Nabi Sulaiman pun Raja Terkaya yang belum ada tandingannya sampai saat ini. Rasulullah pun juga kaya, bahkan di dalam hadist beliau bersabda :

“ Allah SWT lebih menyukai muslim yang kuat iman dan nafkahnya daripada muslim yang lemah ”

“ Meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, itu jauh lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan fakir, sehingga mereka meminta-minta kepada manusia ”

“ Kekayaan tidak membawa mudharat bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT ”

Dan berikut salah satu doa yang sering dibaca Rasulullah Muhammad SAW :

“ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran, KEFAKIRAN, dan azab kubur…” Aamiin….

Semoga artikel Miskin itu Bukan Takdir ini bermanfaat bagi kita semua…

 

Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Klik tulisan warna Biru untuk membaca tulisan/artikel yang lain.

# Di mohon apabila meng-copy dan memuat ulang artikel yang ada di blog ini untuk menyertakan sumber link/tautan artikel atau link blog ini. Hal ini agar menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua.

Berbagilah dengan teman-teman anda artikel ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini. Semoga menjadi manfaat, keberkahan dan keberlimpahan Ridho Allah untuk kita semua.